Batam, Nusantara1.com — Konten sosial media TikTok atas nama Fast Respon Indonesia Center (FRIC) yang mengunggah percakapan antara seorang wartawan dari kelompok FRIC dengan seseorang yang suaranya mirip Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, sejak Sabtu, 22/8/2026, kini jadi viral. Pengamat lingkungan hidup yang kerap jadi nara sumber, Azhari ST, MEng, meyatakan konten itu tidak pantas dipublikasi oleh jurnalis.
”Ucapan Kepala Dinas LH, Dohar Mangalando ‘Saya lagi di atas perut,’ diselingi suara tertawa, bukankah candaan? Kenapa ucapan itu yang ditonjolkan, sehingga persoalan utama, tentang klarifikasi proyek di Dinas Lingkungan Hidup dipelintir ke masalah personal yang bertendensi negatif dan tidak etis? Menurut saya, penyebaran konten seperti ini sudah bisa dilaporkan ke Dewan Pers karena bertujuan mempermalukan nara sumber,” kata Azhari kepada media ini, Rabu, 26/8/2026.
”Sebuah produk media sosial TikTok hari ini (26/8/2026) yang menyoroti perbincangan telepon antara wartawan media FRIC dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup memberikan gambaran kepada kita bagaimana rasa humor tidak lagi menjadi bagian daripada komunikasi massa. Pemilihan kata dari saudara Kepala Dinas memang secara etik kurang baik, namun, lebih dari pada itu, seorang jurnalis yang mempublikasikan pembicaraan candaan yang tidak etis, diunggah di ruang public, dalam hal ini medsos, adalah merupakan tindakan yang nir etika,” ujar Azhari.
Dia mengusulakan, sebaiknya Kepala Dinas LH Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, membuat laporan ke pihak Dewan Pers. Tujuannya, untuk menyampaikan persoalan nir etik yang dilakukan oleh seorang wartawan sebuah media melalui sambungan telpon. ”Karena jelas saudara Kepala Dinas LH pada posisi bercanda dan memberikan waktu untuk bertemu pada hari Senin, setelah percakapan itu (diduga Kamis, 20/8/2026) untuk mengklarifikasi persoalan yang sedang di-investigasi oleh wartawan tersebut,” ucap Azhari.
Hingga Rabu (26/8/2028) pagi, konten TikTok atas nama Fast Respon Indonesia Center (FRIC) dengan judul: ”Saya lagi di atas perut…” telah ditonton 54.800 nitizen. Berbagai komentar dilontarkan, tetapi pada umumnya menyayangkan sebuah candaan diunggah ke publik dengan tujuan merendahkan moral dan martabat pejabat. Apalagi, flyer profil dari koten TikTok itu dihiasi dengan wajah Kepala Dinas LH Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan.

Wartawan Minta Bertemu
Peristiwa yang direkam itu terjadi saat percakapan antara wartawan yang sedang investigasi dengan Kepala Dinas LH Kota Batam. ”Umumnya wartawan tidak mengutamakan harus bertemu, jika nara sumber telah dapat dihubungi, sebab yang paling penting adalah jawaban dari nara sumber. Tetapi entah apa yang membuat wartawan harus bertemu, meski nara sumber mengaaku masih sibuk, dan meminta pertemuan hari Senin berikutnya,” ujar Azhari.
Dikutip dari flyer yang diunggah oleh Fast Respon Indonesia Center, dan dipublikasi di media disebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam saat ini dijabat oleh Dohar Mangalando Hasibuan, S.T., M.T. sudah menunjukan taringnya. Pada hari Kamis 21 Agustus 2026 tepatnya jam 14:08 WIB saat dihubungi awak Media terkait dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme terkait Proyek di Dinas Lingkungan Hidup Pemko Batam.
Total anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam pada APBD Tahun 2026 mencapai sekitar Rp200 miliar. Dimana anggaran tersebut fokus pada Penguatan Armada Pengangkut Sampah atas Peremajaan unit pengangkut melalui pengadaan truk Armroll baru dan penambahan bin container (tempat penampungan sementara) serta Pengembangan Infrastruktur TPA yaitu Pembangunan jalan serta landfill di TPA Telaga Punggur dengan pagu anggaran khusus sekitar Rp45,4 miliar dan Fasilitas Pengolahan Pengadaan unit insinerator serta rencana pembentukan UPT baru untuk optimalisasi pengelolaan sampah.
Proyek infrastruktur tersebut menelan anggaran fantastis dari uang rakyat kepada pemenang PT.Pulau Bulan Indo Perkasa Nilai kontrak Rp44.057.734.613,41 dengan Kode tender 10140966000. Saat kepala dinas lingkungan hidup diajak bertemu pada hari jumat 21 Agustus 2026 jam 14:08 malah Dohar Mangalando Hasibuan, S.T., M.T. dikonfirmasi dan klarifikasi menjawab ”Saya lagi diatas perut ini, Senin saja kita jumpa!.”
Dalam selebaran elektronik yang diunggah di TikTok itu disejelaskan: Hal ini yang menjadi pertanyaan dari awak media kepada Kadis LH kota Batam,yaitu:
- Pak Kadis, dari total nilai Pagu/HPS Rp.45,5 miliar dan nilai penawaran pemenang sebesar Rp.44,057 miliar, selisih Rp1,39 miliar tersebut efisiensi pada item pekerjaan apa saja? Bisakah DLH menunjukkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) fisik yang dikerjakan?
- Dengan selisih penawaran yang terbilang sangat jauh dengan HPS bagaimana DLH menjamin bahwa kualitas material dan spesifikasi teknis di lapangan tidak dikurangi untuk menutupi margin pelaksana?
- Muncul isu dan laporan di masyarakat bahwa terdapat alokasi komitmen fee dari nilai proyek ini yang mengalir ke oknum pejabat di internal DLH. Bagaimana tanggapan resmi Bapak terhadap isu tersebut?
- Apakah Kepala Dinas atau PPK siap memberikan jaminan tertulis bahwa seluruh nilai Rp44 miliar tersebut murni dialokasikan untuk pekerjaan fisik di lapangan tanpa ada pemotongan atau cashback ke pihak manapun?
- Bagaimana bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah terhadap proses penetapan pemenang PT.Pulau Bulan Indo Perkasa dan pelaksanaan proyek Rp.44 miliar ini untuk mencegah terjadinya kickback?
- Untuk membantah isu pembagian anggaran ini, apakah pihak DLH bersedia membuka dokumen Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan dan As-Built Drawing (gambar terpasang) kepada media dan publik setelah proyek selesai?
- Jika nantinya aparat penegak hukum (Kejaksaan/KPK) atau BPK menemukan adanya ketidaksesuaian volume kerja akibat adanya pemotongan anggaran di awal, siapa pihak di DLH yang bertanggung jawab penuh atas penetapan dan pengawasan proyek ini?
”Akan tetapi Kadis tidak melempar jawaban ke PPK atau Pejabat Pengadaan,dimana awak media mencatat hal tersebut sebagai indikasi pengalihan tanggung jawab teknis malah menjawab nyeleneh dan vulgar,” tulis pengunggah TikTok di bagian bawah selebaran elektronik (flyer) itu.
Redaksi.




