Wiraraja Indonesia dan Polythene UK Ltd Tandatangani Joint Venture Senilai Rp1,17 Triliun

London, Nusantara1.com — PT Wiraraja Indonesia bersama Polythene UK Ltd, 29 Juni 2026, menandatangani Joint Venture Agreement senilai sekitar £50 juta (±Rp1,17 triliun) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London. Polythene UK dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi plastik konvensional sekaligus memelopori produk eco-friendly yang membantu bisnis mengurangi penggunaan plastik mentah.

Kesepakatan itu, menurut rilis yang diterima media ini dari Ma’ruf maulana, Direktur PT Wiraraja Indonesia, Selasa, 30/6/2026, memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia–Inggris di sektor manufaktur berkelanjutan, dengan fokus pada investasi, transfer teknologi, dan pengembangan industri bernilai tambah.

Penandatanganan ini merupakan hasil rangkaian kunjungan bisnis PT Wiraraja Indonesia ke Britania Raya sejak 23 Juni 2026, yang mencakup sejumlah pertemuan dengan pelaku industri manufaktur untuk menjajaki peluang kerja sama strategis di Indonesia.

Proses penjajakan hingga penandatanganan difasilitasi oleh KBRI London bersama Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sebagai bagian dari upaya memperkuat arus investasi dan kemitraan ekonomi bilateral.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan IMO, Desra Percaya, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan antara pelaku usaha Indonesia dan Inggris.

”Penandatanganan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan antara pelaku usaha Indonesia dan Inggris serta komitmen bersama untuk membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” ujar Dubes Desra.

Kesepakatan itu juga menjadi salah satu wujud nyata dari UK–Indonesia New Strategic Partnership, yang memperkuat kerja sama bilateral di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Melalui kemitraan strategis itu, kolaborasi sektor swasta diharapkan dapat mendorong penguatan rantai pasok industri, percepatan transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan industri berkelanjutan di Indonesia.

KBRI London akan terus memfasilitasi kerja sama ekonomi dan kemitraan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Britania Raya guna memperluas peluang investasi di sektor-sektor prioritas serta memperkuat hubungan ekonomi kedua negara secara berkelanjutan.

Usai penandatanganan Kerjasama strategis di bidang industri manufaktur itu, pemilik PT Wiraraha menjelaskan pihaknya akan terus menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan raksasa dunia. ”Lusa kami akan lanjut ke Rusia dan Cina dan kami juga di sana Insya Allah, mendapatkan investasi baru. Mohon dukungan dari semua stakeholder industry di Indonesia,” pungkas Ma’ruf Maulana, yang juga sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) di RI.

Menurut penjelasan Ma’ruf Maulana, dia berkunjung ke Rusia dan China untuk membawa investasi industri Amoniak dari Rusia dan pabrik spring bed dari China. Kedua perusahaan itu telah menyatakan komitmen untuk menanam modal di Indonesia, khususnya di Batam. ”Akan banyak tenaga kerja yang diserap di dua perusahaan tersebut (Rusia dan China),” pungkas Ma’ruf Maulana.

Perusahaan Polythene UK Ltd berdiri sejak 2007 dan kini dipimpin oleh Managing Director James Woollard. Dia merupakan seorang pelaku usaha yang berpengalaman lebih dari 30 tahun di industri ini manufaktur. Perusahaan itu berpusat di 4 Witan Park, Avenue Two, Witney, OX28 4FH, Inggris. Industri yang dilayani perusahaan itu, antara lain: Perusahaan yang menyuplai berbagai sektor skala kecil (UKM) hingga perusahaan besar (blue-chip) di Inggris, di antaranya makanan & minuman.

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *