Dewi Sartika, Diduga Korban Malpraktek di RS Awal Bros, Akhirnya Meninggal

Batam, Nusantara1.com —- Dewi Sartika Sitinjak (24 tahun), mahasiswi Universitas Terbuka (UT), akhirnya meninggal di Rumah Sakit Awal Bros. Dia meninggal Senin, 10/08/2026 pukul 13.30 WIB, setelah menjalani operasi ambeien dan menerima 3 kali suntikan cairan, yang diduga sebagai tindakan malpraktik.

Dikutip dari Serojanews, penasihat hukum (PH) korban telah melaporkan tindakan malpraktik itu ke kepolisian. ‘’Klien kami korban malpraktek di Rumah Sakit (RS) Awal Bros pada siang tadi tepat pukul 13:30 WIB telah mangkat. Tadi kami dapat kabar dari keluarganya bahwa Dewi Sartika Sitinjak telah tiada,’’ kata Bangun P Simamora, PH korban.

Bangun P Simamora menyebutkan pihak keluarga tadi siang, (Senin, 10/8/2026) telah mendatangi RS Awal Bros untuk menjaga jenazah almarhum Dewi Sartika Sitinjak serta meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit. ‘’Keluarga sedang berkumpul dan ada yang sedang mau datang ke RS Awal Bros untuk melihat jenazah Dewi Sartika Sitinjak. Saat ini keluarga sedang menjaga supaya tidak disentuh oleh siapapun,’’ ucap Bangun P Simamora, seperti dirilis oleh media Serijanews.

Sebelumnya dikisahkan, Dewi Sartika Sitinjak pada 28 Juli 2026 silam menjalani operasi ambeien yang ditangani oleh dokter Dewi Setianingsih selama 2,5 jam. Usai menjalani operasi ambeien, Dewi Sartika Sitinjak diantarkan petugas medis ke ruang rawat inap Bromelia Nomor 602.

Tiga Suntikan yang Membuat Fatal

Pada malam harinya, diketahui perawat RS Awal Bros menyuntikkan 3 suntik cairan ke tubuh Dewi Sartika Sitinjak. Pada saat suntikan pertama Dewi Sartika Sitinjak mulai mengalami sesak nafas dan kesakitan. Meski telah dikomplain namun perawat dari RS Awal Bros masih tetap melanjutkan penyuntikan itu. Bahkan perawat itu menambah suntikan yang kedua ke tangan Dewi Sartika Sitinjak.

Selanjutnya perawat RS Awal Bros itu menyuntikan lagi cairan pada suntikan ketiga melalui infus yang bermuara ke tubuhnya Dewi Sartika Sitinjak. Kurang dari 5 menit kemudian, Dewi Sartika Sitinjak langsung pingsan dan tidak sadarkan diri. Petugas medis dari RS Awal Bros langsung memberikan pertolongan dengan cara memompa jantung secara manual sekitar 1 jam. Selanjutnya petugas medis langsung membawa korban ke ruangan ICU untuk mengambil tindakan medis.

Dewi Sartika Sitinjak berada 12 hari di ruang ICU dan pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia. ”Klien kami korban malpraktek di Rumah Sakit (RS) Awal Bros pada siang tadi tepat pukul 13:30 WIB telah mangkat. Tadi kami dapat kabar dari keluarganya bahwa Dewi Sartika Sitinjak telah tiada,” kata Bangun P Simamora.

Kekasih korban, Ando Jaya Samosir, bercerita awal mereka mendatangi RS Awal Bros karena ingin berobat. Mereka mendaftar di bagian pendaftaran dan selanjutnya petugas pendaftaran di RS Awal Bros menyuruh Dewi Sartika Sitinjak serta Ando Jaya Samosir menunggu dikarenakan ruangan rawat inap sedang penuh dengan para pasien.

Sekitar 3 jam mereka menunggu akhirnya ada ruang rawat inap yang kosong. Berkisar pukul 16.00 WIB petugas RS Awal Bros mengantarkan Dewi Sartika Sitinjak dan ditemani oleh Ando Jaya Samosir menuju ruangan Bromelia dengan nomor kamar 612 yang berada di lantai 6. Pada malam hari pada pukul 23:45 WIB, pacarnya Ando Jaya Samosir menyaksikan secara tiba-tiba datang perawat RS Awal Bros membawa infus. Dia mengingat ketika itu Selasa (28 Juli 2026) sekitar pukul 00:10 WIB.

Keluarga terduga korban malpraktik, Dewi Sartika, di Rumah Sakit Awal Bros. Menuntut tanggungjawab atas kematian Dewi Sartika. (Serojanews)
Keluarga terduga korban malpraktik, Dewi Sartika, di Rumah Sakit Awal Bros. Menuntut tanggungjawab atas kematian Dewi Sartika. (Serojanews)

”Perawat RS Awal Bros itu memasangkan infus. Namun cairannya tidak mengalir ke tubuh Dewi Sartika Sitinjak. Posisi jarum suntik infus tertancap di tangan Dewi Sartika Sitinjak lalu kami memilih untuk memejamkan mata,” ujar Ando Jaya Samosir. Tepat pada pukul 08:00 WIB, tim medis RS Awal Bros datang mengantarkan makanan untuk dikonsumsi Dewi Sartika Samosir selaku pasien.

Pukul 18:00 WIB hari itu, ketika Ando sedang berada di luar rumah sakit, Dewi Sartika Sitinjak memberikan kabar kepada Ando Jaya Samosir bahwa dirinya akan menjalani operasi ambein. Saat mendengar kekasihnya akan dioperasi, Ando langsung ke rumah sakit serta melihat Dewi Sartika Sitinjak telah mengenakan baju operasi yang disediakan pihak RS Awal Bros. Pukul 19:00 WIB, Dewi Sartika Sitinjak dibawa masuk ruang operasi untuk operasi ambein yang ada di tubuhnya.

Tragedi suntikan mematikan itu terjadi usai operasi ambeian. Usai makan pasca operasi, beberapa saat kemudian petugas medis yaitu seorang perawat perempuan menggunakan hijab dengan membawa obat berupa cairan dalam bentuk suntikkan. Kejadian itu diingat pasti oleh Ando Jaya Samosir pada tanggal 28 Juli 2026 tepatnya pukul 23:30 WIB. ”Perawat itu menanyakan pasien yang saya jaga itu,” jelas Ando.

”Usai disuntik itu Dewi Sartika Sitinjak mau muntah karena saya sarankan untuk ditahan maka tidak jadi muntah. Hanya beberapa saat Dewi Sartika Sitinjak mengalami kejang-kejang dan tangannya yang menggenggam tanganku langsung saya lepaskan. Selanjutnya Dewi Sartika Sitinjak menggenggam kasur. Tidak butuh waktu yang lama Dewi Sartika Sitinjak tidak sadarkan diri. Mulai disuntik pertama sampai tidak sadarkan diri itu waktunya tidak lebih dari 5 menit,” kata Ando Jaya Samosir.

Korban Akan Diotopsi

Kuasa hukum dari keluarga almarhumah Dewi Sartika Sitinjak atas nama Jendris Sihombing mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan otopsi terhadap jenazah Dewi Sartika Sitinjak. ”Kami saat ini sudah menerima jenazah Dewi Sartika Sitinjak. Selesai dari sini jenazah akan kami bawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk otopsi karena kami menduga banyak kejanggalan-kejanggalan dalam peristiwa ini dan kelalaian-kelalaian yang dilakukan dokter atau perawat,” kata Jendris Sihombing.

Jendris Sihombing curiga terhadap obat-obatan yang disuntikkan oleh tim medis RS Awal Bros kepada Dewi Sartika Sitinjak pada 28 Juli 2026, tepatnya sekitar pukul 23:30 WIB. ”Satu lagi terkait obat yang disuntikkan itu tidak kita ketahui obat seperti apa. Sampai Dewi Sartika Sitinjak kejang-kejang. Kesepakatan pihak keluarga dan orangtua Dewi Sartika Sitinjak itu serta kumpulan marga Sitinjak telah bersepakat membawa perkara ini ke jalur hukum,” ucap Jendris Sihombing.

Jendris Sihombing menerangkan bahwa pada 08 Agustus 2026 silam tepatnya pukul 21:30 WIB keluarganya sedang membesuk Dewi Sartika Sitinjak. Namun saat itu alat medis berupa ventilator sudah tidak terpasang secara baik dan benar lagi di mulut Dewi Sartika Sitinjak.

”Saat keluarga pasien datang membesuk Dewi Sartika Sitinjak ternyata selang ventilator sudah terbuka atau selang terputus. Saat itu keluarga mempertanyakan kepada dokter Putra dan para perawat yang bertugas. Ini kenapa terbuka? Lalu dokter dan para perawat tidak itu bingung juga tidak bisa menjawab sama sekali. Inilah salah satu kejanggalan-kejanggalan yang didapati oleh keluarga,” ujar Jendris Sihombing.

Jendris Sihombing juga menjelaskan, wafatnya Dewi Sartika Sitinjak bukan pada hari Senin (10/8/2026) sebenarnya sudah tidak bernafas lagi sejak hari Sabtu (8/8/2026). ”Besar dugaan keluarga bahwa Dewi Sartika Sitinjak itu sudah meninggal dunia pada hari Sabtu yang lalu. Terbukti juga surat-surat yang ditandatangani keluarga tertulis bahwa tanggal 08 Agustus 2026. Lalu saya tanyakan terkait tanggal tersebut. Hari ini tanggal 10 Agustus 2026 kenapa dituliskan di surat itu tanggal 08 Agustus 2026? Sehingga pihak dokter dan perawat mengganti surat tersebut saat itu juga,” kata Jendris Sihombing.

Jendris Sihombing juga menyebutkan bahwa pihak RS Awal Bros tidak mau memberikan rekam medis Dewi Sartika Sitinjak selama menjalani proses operasi ambeien hingga sampai dinyatakan meninggal dunia. Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak RS Awal Bros. Media ini masih menunggu rilis dari RS Awal Bros Vatam Center untuk mengetahui penjelasan dari sisi rumah sakit.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *