Batam, Nusantara1.com — Panglima Utama Majelis Rakyat Kepulauan Riau (MRKR), Megat Rury Afriansyah, mengultimatum Raja Situmorang menyerahkan diri dan mendatangi tokoh Melayu terkait ujaran kebencian yang bernada penghinaan kepada suku bangsa Melayu. Di sisi lain, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam akan berkumpul di Gedung LAM, hari ini, Senin, 1/6/2026 untuk membahas isu penjualan babi dan penghinaan terhadap Melayu itu.
”Ini bukan konflik antar suku, tetapi perilaku yang diwujudkan dalam ujaran yang merendahkan serta menghina satu bangsa, dalam hal ini suku bangsa Melayu. Saya sebagai salah seorang pelaku usaha dan juga tokoh muda Melayu, terpanggil untuk memberi pelajaran bagi siapa saja yang menghina atau merendahkan Melayu di tanah Melayu sendiri,” kata Panglima Utama MRKR dan juga Ketua Saudagar Rumpun Melayu (SRM) Kota Batam, Rury Afriansyah, kepada media, di Batam, Senin, 1/6/2026.

Rury mengakui, Raja Situmorang telah merilis pernyataan minta maaf melalui video, tetapi pernyataan itu, menurutnya, didiktekan serta disampaikan hanya sekadar meredam kemarahan. ”Kemarahan kami (Melayu) sangat terukur, kami sadar ada hukum yang mengatur setiap perbuatan yang menghina, merendahkan, serta menginjak-injak harga diri dan marwah Melayu. Tetapi sebelum menjalani proses hukum, pelaku, dalam hal ini Raja Situmorang, harus datang menghadap tokoh Melayu, bukan malah dia menantang tokoh Melayu datang dan memberi penjelasan,” ujarnya.
Melayu Marah
Gelombang kemarahan warga suku bangsa Melayu di Kepulauan Riau pecah akibat unggahan di akun media sosial FaceBook (FB) atas nama Raja Situmorang yang dinilai merendahkan marwah, merendahkan adat, dan jati diri Melayu yang juga dirilis berbagai organisasi berafiliasi dengan masyarakat Melayu di Kepri. Ketua Dewan Pimpinna Daerah (DPD) Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kota Batam, Wandi, menjelaskan dirinya telah melaporkan ujaran penghinaan terhadap Melayu di Polresta Barelang.
Bukan saja Perpat, tetapi sejumlah tokoh dan elemen masyarakat Melayu Kota Batam melaporkan Raja Situmorang ke Polresta Barelang, usai diduga mengunggah komentar yang dianggap menyinggung serta memicu keresahan di tengah masyarakat. Laporan itu disampaikan sebagai bentuk respons atas unggahan yang dinilai telah menimbulkan kegaduhan dan berpotensi mengganggu keharmonisan antarsuku serta kondusivitas Kota Batam yang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

Perwakilan masyarakat yang hadir menegaskan bahwa langkah hukum ditempuh agar persoalan ini dapat diproses sesuai aturan yang berlaku dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat. ”Kami membuat laporan ke Polresta Barelang terkait komentar di Facebook Raja Situmorang yang telah membuat keresahan bersama, khususnya masyarakat Melayu Kota Batam. Kami akan mengawal proses ini hingga berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar salah seorang perwakilan pelapor.
Merespons cepat, Laskar Melayu Bersatu Kepri Kota Batam langsung berdiri di garda terdepan. Laskar Melayu Bersatu Kepri Kota Batam menyatakan sikap: penghinaan terhadap kehormatan Bangsa Melayu adalah garis merah yang tidak bisa ditawar. Bagi Bangsa Melayu, marwah adalah nyawa. Adat dijunjung tinggi, pantang dihina. Ketika kehormatan diinjak di tanah sendiri, maka diam adalah bentuk pengkhianatan. Karena itu, Laskar Melayu Bersatu Kepri Kota Batam menegaskan akan menempuh jalur hukum sampai tuntas.
Panglima Sulung Lukman Hakim, didampingi Dato’ Laksmana Tengku Sofyan, menyampaikan sikap resmi. Keduanya satu suara mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, tegas, dan adil. Tidak ada ruang untuk kompromi. ”Ini tamparan keras buat jati diri kami sebagai Bangsa Melayu. Laskar Melayu Bersatu Kepri Kota Batam tidak akan diam melihat kehormatan kami diludahi di ruang publik. Kami beri kepercayaan penuh kepada polisi, tapi jangan uji kesabaran. Seret pelakunya sekarang juga,” tegas Lukman Hakim.
Maaf yang Dinilai Tidak Tulus
Di facebook dengan akun Wajah Batam News dan Dewi Gultom, diunggah video pernyataan minta maaf Raja Situmorang. Namun dalam video itu terdengar ada seseorang, mirip suara wanita, mendiktekan pernyataan maaf tersebut. Selain itu, wajah Raja Situmorang tidak terlihat menyesal, sebab tidak ada sikap merendahkan diri, malah tegak dan tidak ada sedikitpun sikap menyesal dengan kepala tunduk.
Seorang nitizen, Segumpal Awan, menyebut: ”Orang bisa melihat mimik wajah yang tidak sama sekali merasa bersalah. Coba lihat wajahnya terus mendongak dan tegak ke langit, menunjukkan kepongahan, dan tidak ada sedikitpun mimik wajah dan sikap yang tunduk. Kalau betul dia minta maaf, terelihat lah seharusnya sedikit rasa menyesal dan tunduk di saat menyampaikan minta maaf, bukan mendongak dan seolah semua orang berada di bawah dia.”
Berikut kutipan permintaan maaf Raja Situmorang
Selamat malam dan salam sejahtera buat kita semua. Saya di sini atas nama Raja Situmorang, ingin menyampaikan permintaaan maaf saya yang sedalam-dalamnya kepada sdr-2 saya suku Melayu. Terkait komentar saya yang menyinggung yang mungkin juga menyakiti hati sdr-sdr saya suku Melayu
Terkait komentar saya yang ada di dalam Facebook. Di sini saya sangat meminta maaf sedalam-dalamnya, bila menyakiti hati saudara-saudara. Itu saya membuat, membalas komentar itu terkait karena emosi membalas komentar sebelumnya, membalas komentar-komentar orang, sehingga saya terbawa emosi dan jadilah komentar saya yang membuat yang menyinggung, yang mungkin berlebihan.
Dan untuk di sini saya, biarlah masalah ini agar selesai dan jangan diperpanjang lagi, karena saya sangat meminta maaf sedalam-dalamnya bagi suku Melayu. Dan, kuharap masalah ini cepat selesai. Dan tidak berkepanjangan, Sekali lagi saya, sangat betul-betul minta maaf, saya berharap saudara-saudara saya suku Melayu memaafkan saya. Terkait komentar tersebut.
Dan bilamana ada perwakilan dari sdr suku Melayu terkait komentar saya, saya siap untuk berbicara bila perwakilan dari suku Melayu memberikan penjelasan, kalau memang diperlukan. Dan, mungkin masalah ini menyakiti suku Melayu yang lain, saya benar-benar minta maaf sedalam-dalamnya. Tolong masalah ini cepat diselesaikan, dan Terimakasih. Salam sejahtera.
Redaksi.





