Labura, Nusantara1.com — Viral video seorang ibu0ibu (emak-emak), EM, dengan aksi heroiknya seorang diri merekam dan mendobrak barak narkoba di Aek Kanopan, Kabupaten Labura, Sumatera Utara. Sambil berteriak, dia menyebut suami istri pemilik rumah mewah, menjual sabu tanpa takut terhadap Kepolisian, siang, malam, pagi, sore, 24 jam menjual sabu di samping rumah terduga pelaku, yang dipanggil dengan Uki (suami) dan Kiki (istri).
”Para pembeli sedang nyabu ini dengan bebas. Ini rumah bandar sabu, ya. bandar sabu si Uki, suami istri bandar sabu. Ini lapaknya di samping rumahnya. Pas di samping rumahnya ini lapaknya di Kampung Baru, Aek Kanopan,” teriak EM, dalam sebuah video yang diterima media ini pada Senin, 29/6/2026. Video itu kini viral di sejumlah media sosial, baik di istagram, maupun facebook.
Dalam video yang sudah viral itu, tampak EM tersebut mendatangi sebuah kawasan di Lingkungan II Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labura Provinsi Sumatera Utara. EM menyoroti aktivitas di sekitar rumah yang disebutnya sebagai lokasi peredaran narkoba.
Masih dalam video tersebut, EM kemudian menyampaikan tudingan terkait aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut. ”Inilah dia pemakai-pemakainya ini, penjual-penjualnya, pengedarnya di sini. Ini gudang si Uki. Pagi siang sore malam 24 jam ini buka. Apa hebatnya si Uki di Kanopan ini? Apa hebatnya si Uki di Labura ini?” teriak EM.
Dalam video viral itu tampak seorang pria yang sedang mengisap narkoba jenis sabu menggunakan alat isap atau bong.
Tanggapan Pihak Kepolisian
Terkait viralnya video ini, Kepala Seksi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan penggerebekan pada Selasa (23/06/2026) malam. Petugas kemudian merobohkan bangunan yang diduga digunakan sebagai barak narkoba di Lingkungan II Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
”Melakukan pembongkaran dan pembakaran terhadap bangunan atau pondok yang diduga kerap digunakan sebagai tempat transaksi dan konsumsi narkotika guna mencegah lokasi tersebut kembali dimanfaatkan untuk kegiatan illegal,” ujar Aswin, beberapa hari sebelumnya.
Barak Narkoba ini Diduga Sudah Lama Beroperasi. Namun tampaknya aparat kepolisian tidak berdaya memberantas peredaran sabu yang sangat terbuka di kawasan itu. Ini menjadi ‘tamparan’ bagi polisi di tengah trend kenaikan kepercayaan publik terhadap polisi. Peristiwa di Labura itu bisa jadi kembali membuat hilangnya kepercayaan publik terhadap polisi.
Barak narkoba ini sebenarnya sudah lama beroperasi. Hal ini disampaikan oleh seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya. ”Tempat ini sudah lama menjadi ajang transaksi narkoba Bang. Semua warga sekitar sini tau. Sudah menjadi rahasia umum. Ini bahkan saya ada bukti video tentang transaksi mereka di dalam,” ujarnya sambil memberikan video (Kamis, 25/06/2026).
Redaksi.






